Ketahui Jenis Pakan Alami untuk Kebutuhan Budidaya Ikan Air Tawar

09 Juni 2021

Kebutuhan ikan terhadap pakan alami sangatlah tinggi, apalagi ketika ikan masih berukuran larva. Secara definisi, pakan alami merupakan makanan hidup bagi larva ataupun ikan dewasa yang mencakup fitoplankton, zooplankton, dan bentos.

Pakan Alami disarankan untuk Mempercepat Pertumbuhan Larva Ikan

Peran utama pakan alami yaitu sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Selain itu pakan alami juga lebih mudah dicerna karena ukuranya dirancang sesuai dengan ukuran pakan larva. Kelebihan lain dari pakan alami yaitu karena sifatnya yang hidup di dalam air, sehingga tidak mencemari lingkungan perairan.

Beberapa pakan alami juga diperuntukkan untuk ikan yang telah dewasa, ini bisa menjadikan pakan alami sebagai pakan alternatif untuk kebutuhan nutrisi ikan. Berikut merupakan jenis-jenis pakan alami yang sangat populer dalam budidaya ikan air tawar.

Fitoplankton untuk Pakan Alami Larva

1.     Alga Hijau (Chlorella sp.)

Merupakan fitoplankton yang dapat beradaptasi di segala kondisi perairan, baik itu laut atau tawar. Chlorella merupakan jenis alga hijau yang memiliki sel tunggal (uniseluler), berfotosintesis, dan hidup di iklim tropis.

Memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Dalam 100 gr chlorella terkandung protein 50%, karbohidrat 20%, lemak 20% serta vitamin, mineral, dan asam amino. Kandungan vitamin chlorella juga lengkap, mencakup vitamin B1, B6, B12, biotin, asam folat, dan riblovlafin.

Budidaya chlorella juga cukup mudah, hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari hingga masa panen. Biasanya pengaplikasian chlorella diberikan langsung pada larva ikan herbivora (ikan gurami, koki, mas, dan koi). Namun chlorella bisa juga diberikan melalui zooplankton seperti Daphnia.

2.     Nannochloropsis oculata

Salah satu fitoplankton yang dapat hidup di air tawar maupun payau. Memiliki kandungan pigmen yang baik untuk merangsang warna pada ikan hias air tawar, seperti astaxanthin, zeaxanthin, dan canthanxantin.

Nannochloropsis oculata merupakan merupakan mikroalga dengan sel berwarna kehijauan tidak motil dan tidak berflagel. Selnya berukuran kecil dan berbentuk bola. N.oculata merupakan yang populer untuk rotifer, dan artemia. 

N. oculata memiliki kandungan nutrisi yang mencakup Eicosapentaenoic Acid (EPA) sebesar 30%, omega 3 (HUFAs) 42,7 %, lemak 30-70%, dan protein 52.11%.

3.     Spirulina sp.

Spirulina merupakan jenis fitoplankton yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia ataupun sebagai pakan alami bagi ikan.  Spirulina termasuk mikroalga hijau biru (blue green microalgae) yang berbentuk spiral dengan panjang sekitar 100 mikron atau 0.1 mm.

Kandungan pigmen spirulina mencakup pigmen hijau (klorofil) dan biru (fikosianin). Alga ini juga mengandung pigmen berwarna kuning yang termasuk golongan senyawa karotenoid seperti ksantofilik dan xanthofilik.

Berdasarkan kandungan nutrisinya, rata-rata 100 gram spirulina mengandung protein 65%, karbohidrat 25%, lemak 5%, vitamin 5%, dan Mineral 8%. Pakan alami ini cocok untuk diaplikasikan untuk benih dan ikan dewasa.

Kandungan pigmen yang terdapat pada spirulina dapat memunculkan dan memperjelas pigmen warna ikan hias. Selain itu kandungan nutrisinya dapat mempercepat pertumbuhan benih ikan. Spirulina cocok diaplikasikan sebagai pakan alami atau bahan formulasi pakan buatan.

Zooplankton untuk Pakan Larva Ikan Air Tawar

1.     Kutu Air (Daphnia magna)

Umumnya digunakan sebagai pakan ikan air tawar, baik itu ikan hias ataupun ikan konsumsi. Dikarenakan mudah dibudidayakan dan perawatanya tidak membutuhkan biaya yang besar.

Daphnia diengkapi dengan tubuh yang lonjong, memiliki ruas, dan berwarna merah transparan. Pada bagian atas terdapat kepala yang dilengkapi dengan alat hisap dan sensor.

Nilai kandungan nutrisi daphnia juga cukup tinggi, setiap 1 gram daphnia mengandung Protein 4%, Lemak 0.5%, dan Karbohidrat 0.67%. Daphinia dapat diaplikasikan pada benih ikan atau ikan yang berukuran kecil.

2.     Moina sp.

Moina sp adalah golongan udang air tawar dari genus Cladocera. Moina sp termasuk ke dalam filum Arthropoda, kelas Crustacea. merupakan organisme yang bersifat planktonik dan bergerak aktif dengan kaki renang.

Moina sp. merupakan zooplankton air tawar yang dapat hidup di sungai, parit, rawa-rawa, dan air tergenang. Sering digunakan sebagai pakan alami larva ikan air tawar karena proses budidaya yang cukup murah dan mudah.

Meskipun mudah didapat, kandungan nutrisi yang terdapat pada Moina sp sangat besar. Beberapa penelitian terkait pakan alami Moina sp terhadap larva telah banyak dilakukan.

Terdapat beberapa kandungan nutrisi pada Moina sp mencakup Protein 37.4 %, Lemak 13.29 %, kadar abu 11%, dan kadar air sebanyak 90,6%. Biasanya moina sp diaplikasikan untuk pembesaran larva ikan patin, lele, baung, dan gurame.

3.     Cacing Sutra (Tubifex sp.)

Cacing sutera adalah salah satu jenis pakan hidup yang banyak disenangi pembudidaya karena budidaya nya mudah dan mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva ikan. Media hidup cacing sutera terdiri dari lumpur dan bahan organik.

Dalam ilmu taksonomi cacing sutra termasuk dalam golongan nematoda. Disebut sebagai cacing sutra karena cacing ini memiliki tubuh yang lunak dan sangat lembut seperti halnya sutra.

Jenis pakan alami yang juga cukup popular di kalangan petani budidaya. Memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, mencakup protein 57%, lemak 13.30%, karbohidrat 2.04% serat kasar 2.04%, kadar abu 3.6% dan air 87.7%.

Selain kandungan beberapa nutrisi tersebut, cacing sutra juga telah dilengkapi dengan 13 macam asam amino, yakni 7 asam amino esensial dan 6 asam amino non esensial. Diketahui asam amino sangat berperan dalam kecepatan perkembangan jaringan tubuh ikan.

Tubuh yang lunak juga menjadi keuntungan bagi ikan yang memakan cacing ini karena daya cerna cacing sutra dalam tubuh ikan hanya berjalan selama 2-4 jam. Itulah mengapa cacing sutra banyak digunakan sebagai pakan alami larva maupun ikan yang sudah dewasa.

Biasanya cacing sutra digunakan sebagai pakan ikan cupang, wader, lele, gurami, nila, dan sepat.

Mengapa Pakan Alami?

Kebutuhan pakan buatan setiap tahunya mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan semakin bertambahnya jumlah produksi usaha budidaya air tawar. Tingginya kebutuhan pakan buatan juga diiringi dengan meningkatnya produksi pakan alami.

Baik pakan alami maupun pakan buatan, keduanya memiliki kelebihanya masing-masing. Pakan alami memiliki kelebihan dari segi nutrisi dan lebih ramah lingkungan. Sedangkan pakan buatan menawarkan harga yang terjangkau dan pengaplikasianya yang praktis.

Pakan alami dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi ikan, terutama ikan hias air tawar. Karena kandungan nutrisi pakan alami yang lebih banyak sehingga tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan bobot tubuh saja, tetapi juga warna dan bentuk tubuh ikan itu sendiri.

Sedangkan pakan buatan digunakan untuk meningkatkan kuantitas produksi, tertama pada ikan konsumsi air tawar. Seperti penambahan bobot tubuh dan tingkat kelulushidupan ikan (survival rate).

Kunjungi deheus.id untuk mendapatkan informasi seputar pakan ternak dan ikan berkualitas.