Kolibasilosis Pada Ayam: Kenali Proses, Dampak, dan Cara Mengatasinya

08 September 2021

Perkembangan usaha ternak unggas sangat pesat, terutama untuk spesies ayam. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki pasar ekspor unggas yang menjanjikan, sebagai contoh ekspor DOC layer (ayam petelur) dan broiler (pedaging).

Perlunya Manajemen Kandang yang Baik untuk Mencegah Penyakit Kolibasilosis pada Ayam

Dibalik perkembangan usaha ternak tersebut, tersimpan beberapa masalah yang menghantui para peternak ayam. Salah satunya yaitu timbulnya penyakit yang merugikan ayam, munculnya penyakit tentumenjadi alasan utama kerugian pelaku usaha ternak ayam.

Masalah penyakit sebenarnya ditimbulkan dari manajemen kandang yang buruk, tidak jarang banyak ayam yang mati karena serangan penyakit. Penyebab penyakit pada ayam dibagi menjadi tiga, yang pertama penyakit infeksius, disebabkan oleh infeksi patogen yang berbahaya karena lingkungan yang buruk. Sedangkan yang kedua yaitu penyakit genetik yang disebabkan oleh buruknya persilangan.

Penyakit yang sering menjangkit kandang ayam yaitu kolibasilosis atau dikenal sebagai Avian Pathogenic Escherichia coli (APEc). Kolibasilosis merupakan pernyakit yang sering menginfeksi banyak spesies ayam di Indonesia, baik itu ayam petelur ataupun pedaging.

Infeksi Kolibasilosis pada Ayam

1. Penyebab Kolibasilosis

Bakteri E. coli sangat berperan besar dalam munculnya penyakit kolibasilosis. Munculnya penyakit ini selalu didahului oleh penyakit lain yang menyerang sistem pernapasan ayam.

Kolibasilosis dapat menginfeksi secara sistemik yang menyebabkan pericarditis, perihepatitis, salpingitis, salpingoperitonitis, colisepticemia, dan airsacculitis infections, sehingga menyebabkan penurunan produksi telur dan merugikan usaha ternak dalam jumlah besar.

2. Waktu Infeksi

Sebagian besar infeksi penyakit ini terjadi ketika perubahan musim, selain itu kualitas brooding dan air minum yang buruk dapat memengaruhi stres pada ayam. Akibatnya bakteri patogen ini dengan mudah menginfeksi ayam, terutama ketika memasuki musim hujan yang dipicu oleh kelembapan tinggi. 

3. Target Infeksi

Kolibasilosis dapat terjadi pada semua umur ayam. Pada anak ayam sampai umur 3 minggu kolibasilosis menyebabkan kematian dengan gejala sindrom omphalitis.

Sedangkan pada ayam petelur, kolibasilosis menyebabkan kerugian seperti turunya produksi telur, puncak produksi telur tidak tercapai, penundaan masa produksi telur, dan mudahya ayam terinfeksi penyakit lain (infeksi sekunder). Ayam pernah terinfeksi E. coli dapat menjadi pembawa (carrier) sehingga penyakit ini mudah kambuh dan menyebar di kemudian hari.

Sementara pada broiler, kolibasilosis menyebabkan kematian yang terjadi selama periode pemeliharaan. Selain itu, kolibasilosis menyebabkan rendahnya penambahan berat badan saat dilakukan pemanenan

Jalur Penulran Kolibasilosis

1. Saluran Pernapasan

Ciri bakteri E. coli banyak terdapat di usus bagian belakang dan dikeluarkan dari tubuh dalam jumlah besar bersama dengan feses. Di dalam feses, bakteri ini dapat bertahan sampai beberapa minggu, tetapi tidak tahan terhadap kondisi asam, kering dan desinfektan.

Bakteri E. coli dapat menular melalui saluran pernapasan saat udara dalam kondisi berdebu atau ayam sebelumnya telah menderita gangguan pernapasan. Bakteri yang dihirup tersebut akan melakukan infeksi dan berkembang biak (multiplikasi). Infeksi biasanya bersifat lokal pada kantung udara yang ditandai dengan penebalan dan menjadi keruh.

Selain karena debu, kolibasilosis yang menginfeksi sistem pernapasan terjadi karena beberapa sebab. Contohnya reaksi dari vaksinasi rutin, iritasi debu atau amonia, jika dibiarkan akan menyebabkan infeksi pernapasan bakteri sekunder.

2. Saluran Pencernaan

Kolibasilosis dapat menyerang melalui usus yang mengalami luka karena keberadaan organisme atau perubahan lingkungan. Seperti keberadan coccidiosis, mycotoxins, penggunaan antibiotik, kualitas air yang buruk, dan perubahan pakan tiba-tiba, semuanya memiliki kemampuan untuk mengganggu jumlah bakteri baik di usus.

Luka tersebut ditimbulkan karena rusaknya pelindung mukosa sehingga memungkinkan bakteri untuk lolos masuk ke aliran darah. Bakteri yang menginfeksi tersebut menyebabkan kerusakan berupa peradangan, penebalan dinding usus, edema dan keluar lendir bercampur darah

Ayam mengalami diare dan kondisi tubuh dan secara fisiknya ayam akan mengalami diare dan menurunnya kondisi tubuh secara cepat.

3. Kulit

Luka atau goresan yang terdapat pada ayam dapat menyebabkan terbukanya rongga menuju aliran darah. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi, bakteri E. coli yang masuk melalui luka dapat menyebar melalui pembuluh darah.

4. Saluran Reproduksi

Bakteri patogen E. coli juga bisa masuk ke saluran reproduksi karena pencemaran dari feses. Pada saluran reproduksi, bakteri E. coli menginfeksi telur dan menyebabkan kematian embrio.

Selain menginfeksi telur, bakteri patogen ini juga dapat menginfeksi telur yang belum matang. telur pecah di saluran reproduksi sehingga ayam mati mendadak.

5. Faktor Penunjang Infeksi

Faktor yang menjadi penunjang timbulnya kolibasilosis yaitu kondisi litter yang kering berdebu, basah, dan lembab. Pemicu lain yaitu tingginya kadar amonia dalam kandang, ventilasi yang tidak optimal, populasi terlalu padat, stres akibat pertumbuhan yang terlalu cepat, adanya penyakit menular, dan reaksi vaksinasi yang berkepanjangan.

Diagnosa Penyakit Kolibasilosis

1. Gejala Klinis

Gejala kolibasilosi paling mudah terlihat dari tubuh ayam yang menjadi kurus, kusamnya bulu, turunya nafsu makan, pertumbuhan terganggu, produksi telur menurun, diare berwarna hijau, dan terdapat bulu kotor dan lengket di sekitar dubur. Untuk mengetahui gejala klinis yang lebih jelas, perlu dilakukan pembedahan pada bagian bagian jaringan ayam tersebut.

Jika ayam menunjukkan gejala seperti yang disebutkan, sebaiknya segera hubungi dokter hewan atau mintalah pendapat dari technical support. Dikarenakan kolibasilosis mempunyai gejala klinis yang hampir sama seperti penyakit salmonelosis, streptococcosis, atau kolera unggas

2. Sample Uji

Cara lain dalam melakukan diagnosa penyakit kolibasilosis yaitu mengambil sampel organ tubuh ayam. Pengambilan tersebut ditujukan untuk mengisolasi bakteri yang terdapat pada organ sampel, metode tersebut dilakukan agar mempersingkat proses identifikasi penyakit yang menginfeksi ayam tersebut.

Selain itu, pengambilan sampel juga bisa dilakukan untuk pengujian dengan metode PCR (polymerase chain reaction). Metode tersebut dikatakan lebih ringkas dan cepat untuk pendeteksian penyakit, namun dibutuhkan biaya yang cukup mahal untuk mengoperasikan metode tersebut

Penanganan Penyakit Kolibasilosis

1. Pencegahan

Pencegahan terhadap penyakit kolibasilosis dilakukan ketika ayam dalam keadaan yang sehat. Pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut.

  • Meningkatkan sistem imun dengan pemberian supelmen dan multivitamin 
  • Menjaga kesehatan usus dengan memberikan probiotik yang dicampur pakan
  • Menghindari stress pada ayam dengan menjaga suhu dalam farm

2. Melakukan Vaksinasi

Beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan untuk komoditas ayam petelur dan broiler.

  • Vaksin tipe beku (Poulvac coli Vaccine)
  • Vaksin autogen
  • Vaksin inaktif

3. Terapi Antibiotik

Menggunakan antibiotik dengan dosis yang disarankan oleh pabrikan. Tidak disarankan untuk menggunakan antibiotik dalam jumlah yang besar, karena akan menyebabkan resistensi terhadap bakteri patogen tersebut.

4. Manajemen Lingkungan Kandang

Manajemen yang baik tentunya akan membuat kesehatan hewan ternak terjaga. Berikut merupakan beberapa contoh manajemen lingkungan kandang yang umunya banyak dioperasikan oleh peternak ayam.

  • Peningkatan biosecurity internal kandang
  • Menjaga kualitas litter
  • Menjaga suhu lingkungan dan kualitas air
  • Pengendalian hama yang dapat berisiko membawa penyakit.

Berikut merupakan penjelasan mengenai penyakit kolibasilosis, penyakit ini sangat mudah menginfeksi ayam petelur ataupun broiler. Oleh sebab itu, dibutuhkan manajemen lingkungan kandang yang efektif, selain itu memberi ayam dengan pakan berkualitas dan penambahan probiotik merupakan salah satu langkah meminimalisr potensi penyakit bakterial seperti kolibasilosis.