Pentingnya Penambahan Kapur untuk Kestabilan Tambak Udang Vaname

20 September 2021

Tidak bisa dipungkiri, udang vaname (Litopenaus vannamei) merupakan salah satu produk perikanan penting saat ini. Beberapa keunggulan udang vaname dibandingkan spesies udang lain yaitu pertumbuhan cepat, dapat ditebar dengan kepadatat tinggi, dan paling diminati oleh pasar internasional.

Menjaga Kualitas Air Tambak dengan Pengapuran

Selain itu kelebihan udang vaname memiliki sifat euryhalin yaitu mampu hidup di lingkungan dengan kisaran salinitas yang sangat bervariasi (0,5 hingga 40 ppt). Kemampuan ini memberi peluang dalam pengembangan komoditas ini di perairan daratan (inland water).

Terdapat berbagai cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi udang vaname, cara tersebut bisa dilakukan dengan berbagai perlakuan. Mulai dari peningkatan kualitas pakan dan pengontrolan kualitas air yang diperketat.

Pengapuran merupakan salah satu perlakukan untuk meningkatkan produktivitas lingkungan tambak dengan menjaga kondisi lingkungan perairan. Tujuan utama dalam pengapuran yaitu meningkatkan pH air yang awalnya asam menjadi pH netral.

Sebagaimana diketahui pH asam sangat berbahaya bagi organisme budidaya, termasuk udang. pH tambak yang bersifat asam membuat penyerapan unsur hara kurang baik, unsur hara seperti fosfor dan kalium menjadi terikat, sehingga sulit untuk dimanfaatkan oleh fitoplankton.

Penyebab pH Tanah Asam

1. Air Hujan

Air hujan yang turun menuju permukaan tanah bersifat asam. Hal ini terjadi karena Gas Karbon Dioksida yang ada di atmosfer bereaksi dengan air dan membentuk asam lemah, kejadian tersebut dinamakan hujan asam.

Hujan yang bersifat asam sangat berbahaya apabila diserap tanah, jika dibiarkan akan menimbulkan penyakit pada udang. Proses pengapuran sangat diperlukan sebelum memulai siklus budidaya udang untuk menaikkan pH yang disebabkan oleh air hujan.

2. Sisa Bahan Organik

Bahan organik seperti sisa pakan, sisa tanaman dan feses ikan atau udang dapat membusuk dikolam atau tambak. Jika pembusukan ini berlangsung secara berlebihan, hal ini akan memicu terbentuknya asam humat (humic acid) yang dapat menambah keasaman tanah.

3. Kelebihan Pupuk

Sebab selanjutnya adalah Penggunaan pupuk anorganik yang terlalu banyak. Penggunaan pupuk anorganik seperti urea atau SP36 yang berlebihan juga dapat memicu meningkatnya keasaman tambak atau kolam.

Proses Pengapuran

1. Tentukan Jenis Kapur

Ketika memulai Jenis kapur yang digunakan dalam pengapuran tentunya tidak sembarangan, jenis kapur yang digunakan diantaranya kapur dolomit, kapur karbonat atau kapur oksida. Penggunaan jenis kapur disesuaikan dengan kemurnian kapur yang digunakan dan keasaman tanah tambak sebelum dilakukan aplikasi.

2. Pengeringan

Sebelum proses pengapuran dimulai, diwajibkan mengeringkan terlebih dahulu kolam tambak. Proses pengeringan kolam biasanya dilakukan selama satu minggu untuk kolam terpal dan untuk kolam tanah dilakukan selama 2 minggu.

Pengeringan dilakukan agar sisa racun yang terdapat di dalam tanah atau dasar tambak dapat hilang. Setelah melalui proses pengeringan, proses pengapuran dapat dilakukan.

3. Pengapuran

Pengapuran dasar kolam atau tambak bisanya dilakukan setelah pengeringan dengan dosis yang diperlukan sekitar 1.000 hingga 2.000 kg/ha dimana kapur tersebut di tebarkan secara merata. Pastikan kapur dalam keadaan halus sebelum ditebar menuju dasar kolam.

Setelah dasar tanah tercampur rata maka tanah tersebut bisa dibalik sehingga dengan begitu kapur bisa lebih masuk pada lapisan dasar tanah. Pengapuran juga dibagi menjadi dua tahapan yaitu pengapuran dasar serta pengapuran susulan.

Untuk pengapuran susulan dilakukan setelah penebaran udang ditambak. Pengapuran susulan dilakukan dengan disebar langsung pada kolam air tambak. Pengapuran susulan wajib dilakukan, terutama ketika memasukin musim penghujan.

Mengapa Pengapuran Tambak Begitu Penting?

1. Pengapuran Erat Hubunganya dengan Peningkatan Kualitas Air

Proses pengapuran mampu meningkatkan kualitas dari air tambak karena pH air akan menjadi netral sehingga akan membantu mempermudah terurainya bahan organik. pH kolam yang netral juga menjadi indikator kualitas air yang baik

Untuk budidaya udang dengan sistem intensif, unsur kalsium (Ca) serta magnesium (Mg) pada kapur akan sangat dibutuhkan untuk proses moulting pada udang. Sebagaimana yang diketahui bahwa proses moulting merupakan tahapan pertumbuhan udang untuk mencapai ukuran yang lebih besar.

2. Menumbuhkan Fitoplankton

Pengapuran membantu meningkatkan ketersediaan unsur fosfor (P) yang berfungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan plankton. Keberadaan plankton sendiri merupakan pakan alami bagi ikan dan udang.

Dengan jumlah plankton yang cukup banyak di tambak, tentunya dapat menghemat biaya pakan yang biasanya menjadi komponen biaya terbesar dalam budidaya, dikarenakan kebutuhan pakan dapat tercukupi bukan hanya melalui pakan buatan, namun juga fitoplankton.

3. Membunuh Parasit dan Bakteri yang Merugikan Udang

Zat kapur yang diberikan pada dasar kolam dapat membunuh parasit yang merugikan udang. Selan parasit, kapur juga membantu menekan perkembangan bakteri patogen yang menjadi penyebab penyakit udang.

Keberadaan penyakit sendiri dalam tambak udang merupakan hal yang harus dihindari para petambak udang karena dapat menimbulkan kerugan secara langsung terhadap hasil panen. Karena itu, jangan lupa untuk melakukan pengapuran sebelum memasuki tahap pembesaran benur udang.

Meskipun merupakan pekerjaan yang mudah, pengapuran merupakan hal yang sangat penting dalam membangun ekosistem tambak yang sehat. Waktu pengapuran yang snagat baik dilakukan ketika persiapan tambak dan setelah penebaran benur. Tujuanya agar menumbuhkan fitoplankton yang dapat menjadi pakan alami bagi benur udang.

Dapatkan informasi terkait tips dan trik pemeliharaan hewan konsumsi hanya melalui deheus.id