Articles

24 Jam Pertama DOC Layer: Target yang Harus Dicapai Setelah Chick-In

16 Juli 2026
-
8 menit
Ringkasan:

Keberhasilan brooding dimulai sejak 24 jam pertama setelah chick-in. Pelajari target penting yang harus dicapai DOC layer, mulai dari konsumsi air dan pakan, crop fill, hingga kondisi lingkungan untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

24 Jam Pertama DOC Layer: Target yang Harus Dicapai Setelah Chick-In

Setelah proses chick-in selesai dilakukan, pekerjaan peternak belum berakhir. Justru 24 jam pertama merupakan fase yang sangat menentukan keberhasilan brooding. Pada periode adaptasi ini, DOC mulai mengenali lingkungan baru, menemukan sumber air minum dan pakan, serta menyesuaikan suhu tubuh dengan kondisi kandang.

Apabila proses adaptasi berlangsung dengan baik, DOC akan segera aktif minum, mulai mengonsumsi pakan, menunjukkan perilaku yang normal, serta mencapai target crop fill sesuai standar. Sebaliknya, keterlambatan menemukan air atau pakan dapat menghambat perkembangan saluran pencernaan, menurunkan keseragaman pertumbuhan, bahkan meningkatkan risiko mortalitas pada minggu pertama.

Oleh karena itu, evaluasi selama 24 jam pertama tidak cukup hanya berfokus pada angka kematian. Peternak juga perlu memantau beberapa indikator penting yang dapat memberikan gambaran apakah DOC telah beradaptasi dengan baik atau masih memerlukan tindakan koreksi. Melalui evaluasi yang tepat, berbagai masalah dapat dideteksi lebih dini sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan sebelum berdampak pada performa ayam pada fase berikutnya.

DOC Segera Menemukan Air Minum

Air minum merupakan kebutuhan pertama DOC setelah ditempatkan di area brooding. Setelah melalui proses penetasan dan transportasi, DOC memerlukan rehidrasi untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh dan mengaktifkan metabolisme.

Pada beberapa jam pertama, pastikan seluruh DOC dapat menemukan air minum dengan cepat. DOC yang sudah minum umumnya terlihat lebih aktif, mulai menjelajahi area brooding, lalu mencari pakan. Sebaliknya, DOC yang masih pasif atau bergerombol perlu segera dievaluasi.

Evaluasi: Pastikan seluruh DOC mudah menjangkau tempat minum, sistem nipple atau drinker berfungsi dengan baik, serta ayam terlihat aktif minum dan bergerak normal.

DOC Mulai Mengonsumsi Pakan Starter

Setelah kebutuhan air terpenuhi, DOC harus segera mulai mengonsumsi pakan starter. Konsumsi pakan sejak hari pertama membantu perkembangan saluran pencernaan, pemanfaatan sisa kuning telur (yolk sac), dan mendukung pertumbuhan awal.

Gunakan feeding paper agar pakan mudah ditemukan, kemudian sebarkan pakan secara merata sehingga seluruh DOC memiliki kesempatan yang sama untuk makan. DOC yang aktif mematuk pakan menunjukkan proses adaptasi berjalan dengan baik.

Evaluasi: Pastikan pakan tersebar merata, DOC aktif mematuk pakan, dan tidak terdapat kelompok ayam yang pasif.

Crop Fill Menjadi Indikator Keberhasilan Chick-In

Di antara seluruh parameter yang diamati selama 24 jam pertama, crop fill merupakan indikator yang paling representatif untuk menilai keberhasilan proses adaptasi DOC. Pemeriksaan ini menunjukkan apakah ayam benar-benar telah mengonsumsi air dan pakan, bukan sekadar berada di sekitar tempat minum atau feeder.

Pemeriksaan crop dilakukan dengan mengambil sampel DOC secara acak dari beberapa titik kandang. Crop yang ideal akan terasa lunak, bulat, dan berisi campuran air serta pakan.
Sebaliknya, crop yang kosong menunjukkan DOC belum makan maupun minum, sedangkan crop yang hanya berisi air menandakan ayam telah minum tetapi belum mengonsumsi pakan.

Target crop fill mengacu pada standar Hy-Line Brown. Jika hasil evaluasi belum sesuai target, periksa kembali manajemen pakan, air minum, suhu, pencahayaan, dan kenyamanan DOC. 


Crop fill merupakan indikator awal yang menunjukkan apakah proses brooding pada hari pertama telah berjalan dengan baik.

Perilaku DOC Menjadi Indikator Kenyamanan Brooding

Selain melalui hasil pengukuran, keberhasilan adaptasi DOC juga dapat dinilai dari perilakunya. DOC yang nyaman umumnya aktif bergerak, mudah menemukan pakan dan air minum, serta menyebar merata di area brooding. Sebaliknya, perubahan perilaku dapat menjadi tanda awal adanya masalah pada suhu, ventilasi, atau distribusi panas.

Karena perilaku DOC dapat berubah dengan cepat, lakukan pengamatan secara berkala selama 24 jam pertama dan padukan dengan hasil pemeriksaan lainnya, seperti suhu tubuh dan crop fill, agar tindakan koreksi dapat dilakukan lebih dini.

Kondisi Lingkungan Tetap Stabil

Pengaturan suhu merupakan salah satu faktor utama keberhasilan brooding. Namun, suhu pada termometer belum tentu sama dengan suhu yang dirasakan DOC, sehingga evaluasi perlu dilakukan dengan melihat suhu tubuh dan perilaku ayam secara bersamaan.

Pada fase awal, DOC belum mampu mengatur suhu tubuh secara optimal sehingga sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Menurut Lohmann Brown Management Guide, suhu tubuh DOC yang berada pada kisaran 40–41°C menunjukkan proses brooding berjalan dengan baik. Namun, hasil tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui pengamatan perilaku DOC.

Kelembapan dan Ventilasi Menjaga Kenyamanan DOC

Keberhasilan brooding tidak hanya ditentukan oleh suhu, tetapi juga oleh kelembapan dan ventilasi. Ketiga faktor ini bekerja bersama menciptakan lingkungan yang nyaman bagi DOC selama masa adaptasi.

Kelembapan yang terlalu rendah meningkatkan risiko dehidrasi, sedangkan kelembapan yang terlalu tinggi membuat litter cepat lembap, meningkatkan kadar amonia, dan kurang baik bagi kesehatan saluran pernapasan DOC.

Ventilasi yang baik menyediakan udara segar, menjaga pemerataan suhu, serta membuang gas dari dalam kandang tanpa menimbulkan draft. Selama 24 jam pertama, pastikan kelembapan dan ventilasi sesuai rekomendasi, udara tetap segar, litter kering, dan DOC menunjukkan perilaku yang nyaman.

Program Pencahayaan Mendukung Aktivitas Makan dan Minum

Pencahayaan pada hari pertama tidak hanya berfungsi menerangi kandang, tetapi juga membantu DOC mengenali lingkungan, menemukan pakan dan air minum, serta mendorong aktivitas makan selama masa adaptasi.

Sebagian besar panduan manajemen strain merekomendasikan pencahayaan selama 22–23 jam per hari dengan intensitas sekitar 30–50 lux. Selain durasi dan intensitas, pemerataan cahaya juga penting agar seluruh DOC mudah mengakses pakan dan air.

Program pencahayaan dinilai efektif apabila DOC aktif bergerak, makan, dan minum di seluruh area brooding. Oleh karena itu, pastikan durasi, intensitas, dan distribusi cahaya sesuai rekomendasi strain.

Monitoring Bobot Badan dan Mortalitas Awal

Tahap terakhir evaluasi 24 jam pertama adalah mencatat bobot badan dan mortalitas awal. Kedua parameter ini menjadi data dasar untuk menilai kualitas DOC sekaligus memantau pertumbuhan pada minggu pertama.

Bobot badan diukur dari sampel DOC secara acak, kemudian dibandingkan dengan standar strain yang digunakan. Selain rata-rata bobot badan, keseragaman antar sampel juga perlu diperhatikan sebagai indikator awal kualitas flock.

Selama 24 jam pertama, mortalitas seharusnya tetap rendah. Apabila terjadi penyimpangan, segera evaluasi kemungkinan penyebabnya, seperti stres transportasi, dehidrasi, kualitas DOC, atau kondisi brooding. Pencatatan sejak hari pertama akan memudahkan evaluasi pada fase berikutnya.

Ringkasan Target Evaluasi 24 Jam Pertama 

Setelah seluruh parameter dievaluasi, hasil monitoring dapat dirangkum untuk memastikan proses adaptasi DOC berjalan sesuai target. Ringkasan berikut dapat dijadikan acuan praktis selama 24 jam pertama setelah chick-in.

 

Penutup

Dua puluh empat jam pertama setelah chick-in merupakan fase awal yang menentukan keberhasilan pemeliharaan ayam petelur. Pada periode ini, DOC mulai beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenali sumber air dan pakan, serta membangun kondisi fisiologis yang mendukung pertumbuhan pada fase berikutnya.

Keberhasilan masa adaptasi tidak hanya diukur dari rendahnya angka mortalitas, tetapi juga dari tercapainya berbagai indikator penting seperti konsumsi air dan pakan, target crop fill, perilaku DOC yang normal, suhu tubuh yang optimal, serta kondisi lingkungan yang stabil. Seluruh parameter tersebut saling berkaitan dan memberikan gambaran mengenai efektivitas manajemen brooding yang diterapkan.

Melakukan monitoring secara teratur selama 24 jam pertama memungkinkan peternak mendeteksi penyimpangan lebih awal dan segera melakukan tindakan koreksi sebelum berdampak pada pertumbuhan minggu pertama. Dengan fondasi yang baik sejak hari pertama, peluang DOC mencapai bobot badan yang sesuai standar, keseragaman flock yang tinggi, dan performa produksi yang optimal akan semakin besar.

Tentang penulis