Dunia usaha di Indonesia kini dihadapkan pada ujian yang nyata. Dampak perubahan iklim bukan lagi sekadar proyeksi banjir, ketidakpastian cuaca, hingga gangguan rantai pasok pangan menjadi bukti bahwa tantangan lingkungan sudah terjadi hari ini. Bagi sektor agribisnis, pertanyaannya bukan lagi apakah harus bertindak, melainkan seberapa cepat langkah nyata bisa diwujudkan.
De Heus Indonesia, komitmen terhadap keberlanjutan tidak berhenti pada strategi, tetapi diwujudkan melalui aksi konkret. Salah satu langkah strategis tersebut kini tengah berlangsung di De Heus Bekasi: pembangunan sistem boiler berbahan bakar biomassa terbesar yang pernah dimiliki perusahaan.
Keberlanjutan Dimulai dari Setiap Karyawan De Heus
Keberlanjutan di De Heus Indonesia bukan hanya agenda perusahaan, tetapi menjadi bagian dari pola pikir sehari-hari. Setiap karyawan De Heus memahami bahwa keputusan kecil dalam operasional dapat berdampak besar terhadap lingkungan.
Mulai dari efisiensi penggunaan energi, pengelolaan bahan baku, hingga inovasi proses produksi semua dilakukan dengan kesadaran bahwa keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama. Nilai ini tidak hanya ditanamkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui budaya kerja yang terus dibangun di seluruh lini organisasi.
Pekerja De Heus dan Semangat Perbaikan Berkelanjutan
Lebih dari sekadar menjalankan operasional, pekerja De Heus didorong untuk selalu mencari cara agar pekerjaan mereka menjadi lebih efektif sekaligus lebih ramah lingkungan.
Pendekatan ini terlihat dari bagaimana tim di lapangan aktif mengidentifikasi peluang efisiensi—mulai dari pengurangan limbah, optimalisasi energi, hingga eksplorasi sumber energi alternatif seperti biomassa. Inisiatif boiler biomassa di De Heus Bekasi sendiri lahir dari semangat ini: mencari solusi yang tidak hanya efisien secara biaya, tetapi juga signifikan dalam menurunkan emisi.
Berawal dari Tantangan Energi
Sebelumnya, operasional boiler di fasilitas De Heus Indonesia mengandalkan gas alam. Meskipun praktis, sumber energi ini memiliki dua tantangan utama: kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca Scope 1 dan volatilitas harga.
Kesadaran akan hal ini mendorong perusahaan untuk mencari alternatif yang lebih berkelanjutan. Jawabannya ditemukan pada biomassa—sumber energi yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.
Biomassa: Energi yang Menutup Siklus Alam
Biomassa berasal dari residu pertanian seperti sekam padi dan limbah organik lainnya. Berbeda dengan bahan bakar fosil, biomassa bersifat karbon netral karena karbon yang dilepaskan saat pembakaran merupakan bagian dari siklus alami.
Hasil perhitungan internal menunjukkan bahwa penggunaan biomassa dapat menurunkan intensitas emisi hingga 97% dibandingkan gas alam.
Secara keseluruhan, proyek ini berpotensi:
- Mengurangi 14% emisi Scope 1 dan 2
- Berkontribusi hingga 33% dari target pengurangan emisi 2030
Perjalanan Pembangunan Biomassa di De Heus Bekasi
Perjalanan pembangunan boiler biomassa di De Heus Bekasi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi proses transformasi operasional.
Dimulai dari studi kelayakan, pemilihan teknologi, hingga pengembangan rantai pasok biomassa lokal, setiap tahap dirancang dengan cermat. Tim lintas fungsi seperti dari engineering, operasional, hingga sustainability, bekerja bersama untuk memastikan bahwa sistem ini tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga aman dan sesuai regulasi.
Saat ini, konstruksi terus berjalan dengan target operasional penuh dalam waktu dekat. Selain instalasi boiler, pembangunan juga mencakup infrastruktur pendukung yang memastikan pasokan biomassa stabil dan efisien.
Satu Proyek, Dampak Ganda
Keunggulan proyek ini tidak hanya pada pengurangan emisi, tetapi juga pada penciptaan nilai dari limbah.

Dengan memanfaatkan residu pertanian, De Heus Indonesia:
- Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
- Mendorong ekonomi sirkular
- Memberikan nilai tambah pada limbah pertanian
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip rantai pasok berkelanjutan yang menjadi bagian dari Responsible Feeding Programme.
Investasi untuk Masa Depan

"Pembangunan biomass boiler ini merupakan langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Ini adalah investasi jangka panjang di mana keberlanjutan dan daya saing berjalan beriringan." Ucap Kevin van Veldhuizen, Direktur Operasional De Heus Indonesia.
Perjalanan yang Terus Berlanjut
Proyek di De Heus Bekasi menjadi langkah awal untuk transformasi yang lebih luas. Ke depan, De Heus Indonesia berencana mereplikasi pendekatan ini ke fasilitas lain secara bertahap.
Bagi perusahaan, keberlanjutan bukan tentang kesempurnaan instan, tetapi tentang kemajuan yang konsisten dan dibangun dari kontribusi setiap karyawan De Heus dan dedikasi setiap pekerja De Heus.
Melalui inisiatif ini, De Heus Indonesia menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan efisiensi dan pertumbuhan bisnis.
Satu proyek, satu langkah nyata untuk menuju sistem pangan yang lebih bertanggung jawab bagi masa depan.
Tentang penulis
Rifqi Hakim Dewanto
Sustainability Engineer