Articles

Pakan Apung vs Pakan Tenggelam: Mana yang Cocok untuk Ikan Anda?

30 Oktober 2026
-
4 menit

Dalam budidaya ikan, memilih pakan bukan hanya soal kandungan protein atau harga. Bentuk dan karakteristik pakan juga perlu diperhatikan, termasuk apakah pelet dapat mengapung di permukaan air atau langsung tenggelam ke dasar kolam.

Hal ini cukup berpengaruh terhadap cara ikan mengonsumsi pakan. Ada ikan yang terbiasa mengambil makanan di permukaan, sementara jenis lainnya lebih sering mencari makan di kolom air atau dasar perairan.

Karena itu, mengenal perbedaan pakan apung dan pakan tenggelam bisa membantu pembudidaya menentukan jenis pakan yang sesuai dengan kebiasaan makan ikan serta kondisi kolam.

1. Pakan Apung (Floating Feed)

Pakan apung merupakan pakan berbentuk pelet yang dapat bertahan di permukaan air selama periode tertentu. Jenis pakan ini umumnya diproduksi menggunakan teknologi extrusion, yaitu proses pengolahan bahan baku dengan suhu, tekanan, dan kadar air tertentu sehingga menghasilkan pelet dengan struktur yang lebih mengembang dan kepadatan relatif rendah.
Salah satu keunggulan pakan apung adalah pembudidaya dapat melihat langsung respons ikan saat makan.

Beberapa keuntungan menggunakan pakan apung antara lain:
•    Lebih mudah memantau konsumsi pakan. Pembudidaya dapat melihat apakah ikan masih aktif makan atau mulai menunjukkan penurunan nafsu makan.
•    Memudahkan pengaturan jumlah pakan. Pemberian pakan dapat disesuaikan berdasarkan respons ikan sehingga sisa pakan bisa dikurangi.
•    Membantu mengamati kondisi ikan. Perubahan aktivitas makan dapat menjadi salah satu tanda awal adanya gangguan pada ikan atau lingkungan kolam.

Pakan apung banyak digunakan dalam budidaya ikan nila dan beberapa jenis lele. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebiasaan makan, ukuran ikan, dan sistem pemeliharaan.

Pilihan Pakan Apung De Heus

 

2. Pakan Tenggelam (Sinking Feed)

Berbeda dengan pakan apung, pakan tenggelam dirancang untuk turun ke dasar perairan atau bergerak turun melalui kolom air setelah diberikan.

Jenis pakan ini dapat menjadi pilihan untuk ikan yang lebih nyaman mengambil makanan di bagian tengah hingga dasar perairan. Kecepatan tenggelamnya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari tenggelam perlahan (slow-sinking) hingga tenggelam lebih cepat (fast-sinking).

Beberapa keuntungan pakan tenggelam yaitu:
•    Menyesuaikan kebiasaan makan ikan. Pakan dapat diberikan pada kedalaman yang lebih sesuai dengan perilaku makan ikan.
•    Mendukung kebutuhan komoditas tertentu. Beberapa jenis ikan lebih responsif terhadap pakan yang bergerak turun di kolom air.
•    Tersedia dalam berbagai karakteristik pelet. Kecepatan tenggelam dapat disesuaikan dengan spesies dan sistem budidaya.

Meski demikian, pembudidaya perlu lebih cermat saat mengatur jumlah pemberian pakan. Sisa pelet yang berada di dasar kolam tidak selalu mudah terlihat, terutama jika air kolam keruh. Jika dibiarkan menumpuk, sisa pakan dapat menambah bahan organik dan memengaruhi kualitas air.

Pilihan Pakan Tenggelam De Heus

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perbedaan keduanya:

rendahnya kualitas nutrisi pakan. Kandungan protein, lemak, energi, kualitas bahan baku, kecernaan, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan ikan tetap menjadi faktor penting.

 

3. Pakan Apung atau Tenggelam, Mana yang Cocok untuk Ikan Anda?

Jawabannya bergantung pada jenis ikan dan kebiasaan makannya. Setiap komoditas memiliki karakteristik yang berbeda.

Berikut beberapa contohnya:

Ikan Nila 
Nila dapat mengambil makanan di permukaan maupun kolom air. Pakan apung sering digunakan karena respons makannya mudah diamati. Namun, pakan tenggelam juga dapat dimanfaatkan sesuai sistem pemeliharaan.

Ikan Lele
Lele memiliki kebiasaan makan yang fleksibel dan dapat mengambil pakan di berbagai posisi air. Pakan apung maupun tenggelam bisa digunakan, selama ukuran pelet dan karakteristik pakan sesuai dengan kondisi ikan.

Ikan Patin
Patin dapat mengambil makanan di kolom air maupun bagian bawah perairan. Pemilihan jenis pakan perlu mempertimbangkan ukuran ikan, kebiasaan makan, serta kemudahan pembudidaya dalam mengontrol konsumsi.

Ikan Kerapu
Kerapu merupakan ikan predator yang aktif memangsa organisme lain di kolom air. Pakan dengan karakteristik tenggelam perlahan dapat menjadi pilihan untuk menyesuaikan posisi pakan dengan respons makan ikan.

Contoh tersebut merupakan gambaran umum. Pemilihan pakan tetap perlu disesuaikan dengan fase pertumbuhan, ukuran pelet, dan kondisi budidaya.

4. Kesimpulan

Pakan apung dan pakan tenggelam memiliki fungsi serta keunggulan masing-masing. Pakan apung memudahkan pembudidaya memantau aktivitas makan ikan, sedangkan pakan tenggelam dapat digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan ikan yang mengambil makanan di kolom air atau dasar perairan.

Tidak ada satu jenis pakan yang selalu lebih baik untuk semua ikan. Kuncinya adalah mengenali kebiasaan makan, kebutuhan nutrisi, dan sistem budidaya yang diterapkan.

Dengan pemilihan pakan yang sesuai dan pemberian yang terkontrol, pembudidaya dapat membantu menjaga efisiensi pakan, mengurangi sisa pakan, serta mendukung pertu

Jadi, sebelum memilih pakan, kenali dulu kebutuhan ikan Anda. Karena pakan yang tepat dimulai dari pemahaman terhadap ikan yang dibudidayakan.