Articles

PROGRAM MBG : ALTERNATIF MENYERAP SURPLUS PRODUKSI TELUR DI INDONESIA?

Qhonita Sofya

Qhonita Sofya

29 Mei 2026
-
5 menit
Ringkasan

Telur ayam merupakan salah satu bahan pangan pokok strategis nasional yang banyak digemari masyarakat karena harganya yang terjangkau dan salah satu protein hewani yang mudah ditemui. Kondisi telur ayam di Indonesia sendiri pada kondisi surplus, sehingga dibutuhkan serapan konsumsi pada telur. Pemerintah melakukan beberapa upaya dalam meningkatkan konsumsi  telur diantaranya :

  1. Program MBG (Makan Bergizi Gratis)
  2. Pembelian telur oleh ASN
  3. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Bantuan Sosial

PROGRAM MBG : ALTERNATIF MENYERAP SURPLUS PRODUKSI TELUR DI INDONESIA?

Produksi telur di Indonesia tahun 2025 sebanyak 6,52 juta kg/tahun, dengan konsumsi total sebanyak 6,22 juta kg/tahun, terlihat adanya surplus kurang lebih 300 ribu kg/tahun. Lalu bagaimana upaya dalam menghadapi kondisi tersebut? Simak artikel dibawah ini lebih lanjut

KONDISI TELUR DI INDONESIA

Telur ayam ras merupakan salah satu pangan pokok strategis yang digemari masyarakat Indonesia, sehingga kestabilan harganya senantiasa dijaga pemerintah. Telur merupakan sumber protein hewani yang baik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lainnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata konsumsi telur ayam ras per kapita per minggu pada 2025 tercatat mencapai 2.362 kg. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 19,1% dibandingkan tahun 2016 yang berada pada level 1.983 kg per kapita per minggu. Peningkatan konsumsi telur perkapita mengalami kenaiakn selama 10 tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi telur, khususnya telur ayam ras mengalami kenaikan dari tahun 2024 sampai 2025 dari 6,1 juta kilogram menjadi 6,3 juta kilogram. Kondisi surplus ini menandakan bahwa adanya keberhasilan swasembada pangan ayam dan telur di Indonesia. Kenaikan jumlah produksi telur ini dipicu oleh beberapa faktor diantaranya kenaikan jumlah populasi ayam petelur di Indonesia dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Bada Pusat Statistik (BPS) jumlah populasi ayam petelur dari 2024 yaitu 415 juta ekor/tahun mengalami kenaikan di tahun 2025 menjadi 426 juta ekor/tahun.

Dilansir dari berita kementerian pertanian bahwasannya Indonesia mulai melakukan ekspor telur ayam ke 3 negara  yaitu Singapura, Jepang, dan Timor Leste. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan bahkan memenuhi kebutuhan konsumsi Internasional. Pemerintah melakukan banyak upaya dalam hal meningkatkan konsumsi telur, salah satu upayanya adalah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang menyediakan makanan sehat dan bergizi gratis untuk beberapa sasaran kelompok tertentu yakni anak balita, anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. 

APA MANFAAT PROGRAM MBG DAN DAMPAKNYA TERHADAP KONDISI TELUR?

Program pemberian makanan sehat ini bisa menjadi salah satu cara alternatif dalam mencapai pembangunan nasional. Program ini diharapkan bisa berdampak besar terutama ke sektor pertanian dan peternakan. Program ini diharapkan dapat menciptakan permintaan terhadap produk pertanian tertentu seperti sayur, telur, buah, dan susu, sehingga dari hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan petani dan nilai tukar petani ikut meningkat akibat jumlah permintaan meningkat. Salah satu produk yang dapat disorot diharapkan dapat mengalami peningkatan permintaan adalah telur.

Melalui siaran pers Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa telur ayam menjadi komoditas yang memiliki peran utama dalam program MBG ini (13/05/2026). Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa permintaan pasokan bahan pangan meningkat seiring dengan jumlah penerima MBG yang kini bertambah. Adanya lonjakan kebutuhan telur seiring semakin luasnya jumlah penerima MBG yang kini mencapai 55,1 juta orang. Dalam satu kali masak di setiap SPPG, dibutuhkan sekitar 3.000 butir telur, 350 ekor ayam, 350 kilogram sayur, serta 450 liter susu (12/01/2026).

BAGAIMANA SUPPLY DAN DEMAND TELUR DI INDONESIA?

Dilansir dari data BPS tahun 2025, total kebutuhan konsumsi telur nasional di Indonesia mencapai 6,22 juta ton/tahun. Sedangkan total produksi nasional nmencapai 6,52 juta ton/tahun. Dari data diatas dapat dilihat bahwa kondisi telur di Indonesia saat ini masih dalam kondisi surplus kurang lebih 300 ribu ton/tahun, sehingga produksi telur dalam negeri masih mampu  menopang jumlah konsumsi telur di Indonesia.  Adanya program MBG menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan konsumsi telur di Indonesia.  

Program MBG mengalami perluasan jumlah penerima makanan gratis setiap semester, sejak dimulainya program ini pada Januari 2025 hingga kini Mei 2026. Tercatat hingga saat ini, per Mei 2026 terdapat 62 juta orang penerima MBG yang tersebar di seluruh Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar mengutamakan produk lokal, termasuk telur dan bahan pangan lain yang berasal dari dalam negeri untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (18/5/2026).

Menurut Kementan (Kementerian Pertanian) dan Kadin (Kamar Dagang Indonesia) memproyeksikan dengan jumlah penerima MBG sebanyak 62 juta orang, dan jika penyerapan konsumsi telur meningkat menjadi 2 butir per minggu, maka akan dibutuhkan kurang lebih 496 juta butir telur setiap bulan jika dikonversikan menjadi ±33.066 ton/bulan dan diasumsikan setahun maka akan menjadi 396 ribu ton/tahun. Jika melihat angka ini sudah mencukupi jumlah surplus telur yang ada di Indonesia yaitu 300 ribu ton/tahun. Bahkan konsumsi telur masih diproyeksikan meningkat lebih tinggi seiring bertambahnya jumlah penerima manfaat program MBG, yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto mencapai 83 juta orang.

UPAYA PEMERINTAH DALAM PENINGKATAN KONSUMSI TELUR DI INDONESIA

  • Makan Bergizi Gratis MBG : Penyerapan telur akan ditingkatkan dari sebelumnya satu kali menjadi 3 kali dalam seminggu
  • Pembelian Telur oleh ASN : ASN dihimbau untuk melakukan pembelian telur langsung ke peternak lokal. Hal ini sudah berjalan dibeberapa kabupaten seperti Magetan dan Bojonegoro
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) : Pemerintah akan memberikan telur dalam program bantuan sosial, pencegahan stunting, dan kegiatan posayndu lainnya.
Tentang penulis

Qhonita Sofya

Qhonita Sofya