Data Visualization Asst. Manager
Bagi Wahyu, data bukan sekadar kumpulan angka dalam laporan atau dashboard. Data adalah alat untuk memahami bisnis, menemukan peluang, dan membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat. Selama lebih dari lima tahun berkarir di De Heus Indonesia, ia telah membuktikan bagaimana perpaduan antara keingintahuan, kemauan belajar, dan lingkungan kerja yang mendukung dapat membuka jalan menuju pertumbuhan profesional yang berkelanjutan.
Saat ini, Wahyu dipercaya sebagai Data Visualization Assistant Manager, sebuah peran yang menempatkannya di persimpangan antara teknologi, analisis, dan strategi bisnis. Tugasnya tidak hanya mengolah data, tetapi juga menerjemahkannya menjadi insight yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh berbagai fungsi di perusahaan. Mulai dari Sales, Operation, Finance, hingga Genetics, data menjadi bahasa yang menyatukan berbagai perspektif untuk mencapai tujuan yang sama.
Memulai Perjalanan dengan Semangat Belajar
Perjalanan Wahyu di De Heus Indonesia dimulai dari sebuah keyakinan sederhana: bahwa tempat kerja terbaik adalah tempat yang memberikan ruang untuk terus berkembang.
Ketika pertama kali bergabung sebagai Data Visualization Specialist, ia melihat De Heus bukan hanya sebagai perusahaan global yang terus bertumbuh, tetapi juga sebagai organisasi yang menghargai fakta, analisis, dan perbaikan berkelanjutan. Lingkungan seperti inilah yang menurutnya sangat penting bagi seseorang yang berkarir di bidang data.
Namun, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar di awal karirnya adalah memahami kompleksitas bisnis yang jauh lebih luas daripada sekadar angka dan sistem. Ia harus belajar memahami kebutuhan berbagai departemen, berkomunikasi dengan banyak pihak, serta memastikan data yang digunakan benar-benar akurat dan relevan. Tantangan tersebut justru menjadi fondasi penting yang membentuk cara berpikir dan cara kerjanya hingga saat ini.
"Saya belajar bahwa pertumbuhan sering kali dimulai dari tantangan."
Ketika Pembelajaran Menjadi Bagian dari Budaya
Bagi Wahyu, salah satu hal yang paling berkesan selama bekerja di De Heus Indonesia adalah budaya belajar yang terus hidup di dalam organisasi.
Ia merasakan bahwa pengembangan kompetensi tidak hanya datang dari pelatihan formal, tetapi juga dari kesempatan terlibat langsung dalam proyek-proyek strategis yang memberikan pengalaman nyata. Setiap tantangan baru menghadirkan pembelajaran baru, baik dari sisi teknis maupun pemahaman bisnis.
Seiring berjalannya waktu, kemampuan yang berkembang bukan hanya keterampilan analisis data, tetapi juga kemampuan berpikir strategis, problem solving, komunikasi bisnis, dan kolaborasi lintas fungsi. Ia belajar bahwa analisis yang baik tidak cukup hanya akurat secara angka, tetapi juga harus relevan, mudah dipahami, dan mampu membantu pengambil keputusan menentukan langkah selanjutnya.
Salah satu pengalaman yang paling berdampak dalam perjalanan karirnya adalah keterlibatannya dalam berbagai proyek strategis seperti Power BI Management Report, OMNIA Customer 360, dan Genetics Application. Melalui proyek-proyek tersebut, ia melihat secara langsung bagaimana data dapat menjadi penggerak transformasi bisnis dan menciptakan dampak yang nyata bagi perusahaan.
Mengubah Data Menjadi Dampak

Dalam dunia bisnis yang bergerak cepat, keputusan yang tepat membutuhkan informasi yang tepat. Di sinilah peran Wahyu dan timnya menjadi semakin penting.
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan baginya adalah pembangunan sistem pelaporan berbasis Power BI yang terintegrasi langsung dengan ERP perusahaan. Sebelum sistem ini hadir, proses pelaporan masih banyak dilakukan secara manual. Kini, manajemen dapat mengakses informasi bisnis secara mudah melalui dashboard yang lebih visual, interaktif, dan mudah dipahami.
Kontribusinya tidak berhenti di sana. Melalui pengembangan OMNIA Customer 360, tim Sales kini memiliki visibilitas yang lebih komprehensif terhadap pelanggan, mulai dari histori pembelian hingga peluang pengembangan pasar. Sementara melalui aplikasi Genetics, tim operasional fam dapat memonitor performa farm dan hatchery secara lebih sistematis dan terukur.
Baginya, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari keberhasilan implementasi teknologi, tetapi dari bagaimana solusi tersebut benar-benar digunakan dan membantu orang lain bekerja lebih efektif.
"Saya percaya, ketika data dikelola dengan baik, ia bukan hanya menjadi laporan, tetapi menjadi fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan."
Tumbuh Melalui Kolaborasi dan Kepercayaan
Ketika ditanya mengenai budaya kerja di De Heus Indonesia, Wahyu menggambarkannya dengan tiga kata: kolaboratif, terbuka, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. Ia merasakan bahwa setiap individu diberikan kesempatan untuk menyampaikan ide dan berkontribusi, tanpa dibatasi oleh jabatan atau fungsi.
Menurutnya, salah satu hal yang membedakan De Heus adalah tingkat kepercayaan yang diberikan kepada karyawan. Kesempatan untuk terlibat dalam proyek strategis, mengambil tanggung jawab yang lebih besar, serta mengusulkan inovasi baru menjadi bagian penting dalam proses pengembangan karir.
Di lingkungan seperti ini, pengembangan karir tidak hanya diukur dari promosi jabatan, tetapi juga dari peningkatan kompetensi dan kontribusi yang mampu diberikan kepada perusahaan. Kesempatan dan kepercayaan berjalan beriringan, menciptakan ruang bagi setiap individu untuk terus berkembang.
Terus Belajar, Terus Berkembang

Setelah lebih dari lima tahun berkarir di De Heus Indonesia, pelajaran terbesar yang dipetik Wahyu adalah bahwa pertumbuhan tidak terjadi secara instan. Pertumbuhan lahir dari konsistensi dalam belajar, keberanian menerima tantangan, dan kemauan untuk terus beradaptasi dengan perubahan.
Pesan yang ingin ia bagikan kepada siapa pun yang ingin berkembang dalam karirnya juga sederhana:
"Jangan berhenti belajar dan jangan takut keluar dari zona nyaman. Fokuslah pada peningkatan kompetensi dan kontribusi yang bisa Anda berikan. Ketika kita konsisten memberikan nilai tambah, peluang akan datang dengan sendirinya."
Bagi Wahyu, perjalanan karirnya di De Heus Indonesia dapat dirangkum dalam satu kalimat yang sederhana namun penuh makna: