Articles

Zero Measurement: Langkah Awal Kami untuk Mengurangi Jejak Karbon

08 Oktober 2021
-
3 Menit

Pada tahun 2050, populasi dunia akan berkembang mencapai 9.8 milyar. Memproduksi pangan yang aman, sehat, dan terjangkau untuk mencukupi kebutuhan populasi manusia yang terus bertambah dapat meningkatkan 56% kebutuhan pangan global, hampir 70% diantaranya merupakan pangan berbasis hewani

Program Ini Merupakan Solusi Atas Perubahan Iklim yang Terjadi dalam beberapa Tahun terakhir

Perubahan Iklim

Pada saat yang sama, perubahan iklim menjadi salah satu masalah terbesar berkaitan produksi ternak. Rantai produksi ternak bertanggung jawab menyumbang 14,5% emisi gas rumah kaca (GRK). Ruminansia menyumbang 80% dari seluruh emisi GRK yang terkait dengan produksi ternak.

Carbon Footprint (CFP) merupakan jumlah ekuivalen CO2 dalam satuan (/kg) yang berasal produk hasil pangan (daging, ikan, susu, dan telur). Jumlah tersebut diketahui berdasarkan perhitungan semua tahap produksi melalui Analisis Siklus Hidup (LCA).

Mengurangi Ekuivalen CO2

Tekanan untuk melakukan pengurangan emisi GRK dan CFP dari produksi ternak terus meningkat didorong oleh Perjanjian Paris, sebuah perjanjian internasional yang mengikat secara hukum tentang perubahan iklim.

Sebagian besar negara telah mengaplikasikan tujuan tersebut, menekan pemanasan global dengan penurunan suhu maksimal di bawah 2°C, dengan hasil optimal sebesar 1,5°C.

Untuk mencapai tujuan jangka panjang, negara-negara tersebut harus memiliki langkah pasti dalam menekan emisi gas rumah kaca. Kedepannya diharapkan dunia memiliki iklim yang stabil pada pertengahan abad 21.

Untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris, banyak negara sedang membuat kebijakan menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca dari berbagai sektor ekonomi. Metode populer untuk mencapai tujuan ini salah satunya dengan mengurangi kadar CO2.

Mengurangi Jejak Karbon

Mengingat fakta bahwa produksi ternak bertanggung jawab dalam peningkatan emisi GRK global, Kami berharap kepada mitra, rantai pemasok, pemerintah, dan NGO di seluruh dunia untuk mendukung Kami mengurangi emisi karbon dari hasil produksi. Dengan mengubah beberapa bahan baku, mencermati penggunaan bahan lokal, meningkatkan produk sampingan, dan mengefisiensi proses logisitik.

Selain itu, Kami berencana memberikan solusi teknis untuk mengurangi emisi GRK dari sektor pertanian. Kami percaya, penting untuk memenuhi permintaan mitra dan rantai pasokan sembari berusaha mengurangi jejak karbon (CFP) dalam sektor peternakan.

Jejak Karbon Sebagai Tujuan De Heus

Departemen Nutrisi Hewan telah memulai proyek yang bertujuan untuk mengoptimalkan dan memberikan nilai CFP terhadap dua hal. Pertama di setiap produk pakan, kedua, untuk semua unit bisnis kami, ketiga, untuk semua spesies hewan yang kami sediakan pakannya.

Mempertimbangkan asal bahan baku dan pengembangan spesies komoditas bertujuan mengukur pengaruh berbagai faktor CFP (/kg) terhadap produk (susu, daging, telur, ikan). Hasil tersebut dapat digunakan untuk memberi saran kepada pelanggan tentang langkah-langkah yang dapat mereka ambil dalam usaha mereka untuk mengurangi CFP yang dihasilkan.

“Kami berusaha menyediakan informasi tersebut untuk pelanggan, dikarenakan menarik bagi peternak kami, terutama untuk pengembangan bisnis mereka. Selain itu tetapi juga menarik bagi Kami dalam menemukan wawasan terkait langkah yang dapat diambil untuk mengurangi emisi”, jelas Karst Mulder, Manajer Proyek CO2.

Zero Measurement

Mulder: “Kami mendefinisikan CFP sebagai Tujuan Hijau Global dalam De Heus: pada tahun 2022, De Heus diperkirakan dapat menghitung, merumuskan, dan menetapkan tujuan untuk jejak CO2 setiap produknya. Kami berharap dapat melakukan Zero Measurment CO2 untuk seluruh komponen produksi pada tahun 2023. Di samping itu, Kami melengkapinya melalui produk dan saran dengan menyesuaikan kebutuhan pelanggan agar tetap mengurangi jejak CO2. Zero Measurement memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan emisi yang lebih rendah'.”

Bergabung dengan Kekuatan di Seluruh Dunia

Kami memiliki data yang sudah tersedia di Belanda melaluii lembaga survey PlanetProof, Kami membutuhkanya untuk pelanggan Kami yang memproduksi susu. Data tersebut juga dapat digunakan untuk peternak unggas dan babi.

Data tersebut berdasarkan pasar untuk sektor pakan di Belanda. Kedepannya, Kami berencana menggunakan data sendiri untuk masa yang akan datang. Berdasarkan uji coba, Kami akan meningkatkan prosedur dari sistem Teknologi Informasi yang kami miliki. Kemudian melanjutkan pengembangan untuk negara lain.

Kami belum sampai di sana, Kami terus melakukan kemajuan secara perlahan. Kami mengalami keuntungan besar karena keberadaan Kami di seluruh dunia. Tentunya ini merupakan kesempatan untuk bergabung, sehingga dapat membuat dan menerapkan langkah-langkah menuju bisnis yang lebih sustainable,” tutup Mulder.

Zero Measurement merupakan langkah De Heus untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK) yang dapat membahayakan kondisi bumi. Langkah ini dimulai dari menekan jumlah Gas CO2 yang dihasilkan baik dari produksi pakan hewan ataupun produksi hewani (daging, telur, susu, dan ikan). Mari terus dukung De Heus Indonesia dalam mendukung Zero Measurement untuk bumi yang lebih baik!