Articles

Pentingnya Memilih Pakan Ayam Layer dan Broiler Berkualitas

14 September 2021

Semaikin meningkatkanya kebutuhan masyarakat dalam mengonsumsi ayam tentunya akan berdampak kepada pelaku usaha ternak yang membutuhkan pakan ternak berkualitas. Terlebih, untuk mendongkrak performa ayam komersil dibutuhkan pula asupan nutrisi dan lingkungan yang optimal.

Pakan Berkualitas Merupakan Kunci Keberhasilan Produksi Ayam

Pakan ternak merupakan suatu hal yang sangat penting dalam mendongkrak produksi ayam komersil (layer dan broiler). Untuk itu diperlukan manajemen yang baik dalam mengatur pakan, pasalnya pemberian pakan yang tidak optimal akan menghambat produksi ayam.

Selain manajemen, pakan yang berkualitas dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan nutrisi harian, sehingga pertumbuhan maupun produksi dapat optimal. Berikut merupakan indikator yang menandakan suatu produk pakan berkualitas, antara lain sebagai berikut.

Ciri Pakan Ayam Berkualitas

1. Daya Cerna Tinggi

Daya cerna yang tinggi dapat menggambarkan tinggi rendahnya manfaat suatu jenis pakan. Kecernaan pakan yang tinggi menandakan semakin banyak nutrisi yang tersedia dan dapat diserap tubuh ayam untuk hidup pokok, pertumbuhan, produksi dan lain sebagainya.

Protein merupakan nutrisi yang wajib diserap oleh ayam dalam jumlah yang besar karena sangat berpengaruh dalam kecepatan pertumbuhan. Daya cerna pakan yang tinggi tentunya harus mengandung kadar protein yang tinggi pula.

2. Tidak Mengandung Racun (Toksin)

Yang dimaksud racun disini bukanlah racun yang ditambahkan pada pakan ayam, melainkan racun yang diproduksi oleh kontaminan (biasanya jamur atau bakteri pada pakan. Racun tersebut merupakan.

Contoh racun yang terdapat pada pakan yaitu kontaminasi mikotoksin (racun jamur). Toksin tersebut dihasilkan oleh jamur yang tumbuh dan mengontaminasi pakan maupun bahan pakan, biasanya tingginya kadar air pada pakan menjadi penyebab utama.

Adanya kontaminasi mikotoksin tentu saja akan menurunkan kualitas pakan, sebab palatabilitasnya menjadi lebih rendah. Disamping itu, mikotoksin pun dapat merusak sel-sel usus sehingga kecernaan nutrisi di dalam saluran pencernaan menjadi turun.

3. Kandungan Nutrisi Lengkap dan Seimbang

Kandungan nutrisi yang lengkap sesuai kebutuhan ayam menjadi sebuah syarat penting pakan berkualitas. Komponen nutrisi yang diperlukan oleh tubuh ayam yaitu protein, energi, lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Tidak terpenuhinya salah satu dari kebutuhan nutrisi tersebut melalui asupan pakan menyebabkan terganggunya pertumbuhan ayam. Oleh karena itu, kandungan nutrisi yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan ayam penting untuk mendukung pencapaian performa produksi yang optimal.

4. Bentuk Sesuai dengan Kondisi Fisiologis Ayam

Pakan yang diberikan kepada ayam harus disesuaikan dengan kondisi fisiologis yang bergantung pada umur dan fase pemeliharaan. Terdapat tiga bentuk pakan ayam yang umum diberikan, yaitu mash (tepung), pellet, dan crumble.

Pakan mash memiliki komposisi bahan baku yang sudah digiling halus dan dicampur menjadi satu. Pakan jenis ini umumnya diberikan untuk layer fase produksi, bertujuan untuk mengontrol konsumsi dan efisiensi biaya pakan.

Pakan pellet merupakan campuran bahan pakan yang sudah dicetak dalam mesin menjadi bentuk butiran panjang. Pakan ini biasanya diberikan untuk broiler fase finisher, pakan ini bertujuan agar ayam dapat mengonsumsi banyak pakan untuk menunjang laju pertambahan berat badan yang tinggi dan cepat.

Sedangkan pakan crumble merupakan pellet yang sudah dihancurkan menjadi partikel butiran lebih kecil. Tekstur pakan crumble lebih kasar dari mash namun lebih lembut daripada pellet, biasanya diberikan untuk broiler atau layer fase starter-grower.

Tujuan pemberian crumble agar konsumsi pakan dapat mencapai target untuk menunjang pertumbuhan yang capat. Namun tetap menyesuaikan dengan kondisi sistem pencernaan ayam yang masih kecil dan berkembang.

5. Mampu Menarik Perhatian Ayam dari Warna dan Aroma

Pakan berkualitas tentu saja disukai oleh ayam, kualitas tersebut dilihat dari tampilan warna dan aroma. Ayam lebih menyukai pakan berwarna kekuningan dan aroma khas pakan segar.

Pakan berwarna kuning dan memikiki aroma yang baik berfungsi meningkatkan nafsu makan, selain itu dapat menjadi indikator tingi rendahnya kandungan karotenoid di dalamnya. Sementara itu, pakan dengan bau apek tentu akan menurunkan palatabilitas (tingkat kesukaan pakan) dan nasfu makan ayam, sehingga konsumsi pakan dapat menurun.

6. Rendah Antinutrisi

Merupakan senyawa alami yang terdapat di dalam bahan pakan. Senyawa antinutrisi tidak beracun, namun jika terdapat banyak dalam pakan dapat menurunkan kualitas pakan, terutama dalam penurunan tingkat daya cerna

Banyak jenis antinutrisi yang terdapat di dalam pakan unggas, antinutrisi dikategorikan menjadi antikarbohidrat, antiprotein, dan antimineral. Antinutrisi bekerja dengan mengikat karbohidrat, protein, atau mineral, sehingga sulit dicerna oleh ayam dan hanya sedikit yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Tips Menjaga Kualitas Pakan!

1. Penyimpanan Pakan

Kondisi penyimpanan yang buruk berpotensi menimbulkan kontaminasi sehingga kadar nutrisi pakan dapat menurun. Persyaratan tempat penyimpanan pakan yang baik yaitu terjaga kebersihanya, sirkulasi udara lancar, tidak lembab, suhu optimal 26-28°C, dan terbebas dari hama (tikus, kucing, burung, dan serangga).

Jangan lupa untuk selalu menerapkan prinsip First in First Out (FIFO) atau First Expired First Out (FEFO). Prioritaskan pakan maupun bahan baku pakan yang berusia lebih lama atau lebih cepat tanggal kadaluwarsa untuk digunakan terlebih dahulu.

Gunakan pallet setinggi 5 – 15 cm di bawah tumpukan pakan. Berikan jarak 50 cm antara pakan dengan dinding agar sirkulasi udara lancar dan tidak lembap, perlu diingat kualitas pakan dapat menurut karena kelembaban.

2. Teknik Pemberian Pakan yang Tepat

Beberapa cara dapat digunakan agar kualitas pakan tetap terjaga saat diberikan pada ayam. Diantaranya frekuensi pemberian pakan dan kualitas pakan yang tidak mengalami penurunan. Keduanya akan membuat nafsu makan ayam semakin meningkat.

Pemberian pakan pun sebaiknya dilakukan sebelum suhu lingkungan tinggi, sekitar pukul 03.00 – 08.00 dan 14.00 – 16.00. Hal tersebut bertujuan agar tidak banyak pakan yang tersisa dan menurun kualitasnya. Selain pemberian pakan, perhatikan kebersihan tempat pakan agar tidak menimbulkan ancaman penyakit.

Jangan Salah Memilih Pakan yang Berkualitas

Meningkatnya performa produksi ayam petelur dan broiler perlu ditunjang dengan pakan berkualitas. Mengenali ciri pakan yang berkualitas dan mengetahui cara menjaga kualitasnya menjadi penting diketahui supaya kebutuhan nutrisi ayam terpenuhi dan performa bisa optimal.

Gunakan produk pakan ayam petelur dan brolier dari De Heus Indonesia yang telah terjamin kualitasnya. Dengan pengalaman lebih dari 110 tahun, De Heus Indonesia terus berkontribusi dalam menyediakan nutrisi hewan bagi pelaku usaha peternakan dan perikanan di Indonesia.