Articles

Minimalisir Kerugian Produksi dengan Perpanjang Umur Simpan Telur

21 November 2021

Sebagai produk protein hewani yang sifatnya mudah rusak, diperlukan perlakukan untuk memperpanjang umur simpan telur. Penangan tersebut dimulai sejak telur masih di kandang, penyimpanan, pendistribusian, hingga sampai pada tahap perlakukan yang benar di tangan konsumen.

Telur juga memiliki sifat yang mudah rusak, masa simpan yang tidak lama, dan terdapat tantangan dalam penanganan produknya. Komponen telur terdiri dari 11% kulit telur, 58% putih telur, dan 31% kuning telur. Persyaratan kualitas fisik telur telah ditentukan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dalam usaha menahan laju penurunan kualitas telur dapat dicermati melalui faktor pemicunya, yakni adanya kontaminasi mikrobia yang dapat menurunkan kesegaran telur lebih cepat hingga menjadi busuk. Kerusakan fisik seperti retak atau pecah menyebabkan telur menjadi cepat busuk, ditambah proses fisiologis, seperti penguapan air dan keluarnya karbondioksida yang dapat menurunkan kesegaran telur.

Usaha lain dalam menahan turunya kualitas telur yaitu melakukan penanganan yang baik sejak awal.  Berikut merupakan beberapa langkah penanganan telur untuk dapat memperpanjang umur simpanya

Cara Menangani Telur untuk Perpanjang Umur Simpan

1. Penjagaan Sanitasi dan Higiene Kandang

Telur ayam yang baik merupakan telur yang terjaga higiene dan kebersihanya sejak tingkat kandang. Hal tersebut dapat dilakukan ketika mengambil telur, dengan menggunakan tempat khusus, misalnya baki telur (egg tray) yang bersih.

Kondisi petugas yang melakukan sortir telur harus dalam kondisi sehat. Selain itu kondisi kandang juga perlu diperhatikan sanitasnya, kandang yang memiliki sanitasi buruk akan berakibat pada penurunan kondisi telur dalam waktu yang cepat.

2. Sortir Kualitas Fisik Telur

Pemilihan kualitas fisik telur dapat dilakukan di kandang, sortir telur dapat disleksi melalui tingkat keretakan, kebersihan, dan abnormalitas ukuran telur. Sortasi akan memudahkan penanganan telur yang layak maupun tidak, untuk memudahkan distribusi kedepanya.

Sortir telur dapat dapat dilakukan berdasarkan ketentuan SNI (3926:2008) yakni dengan meilhat keretakan kerabang, kondisi kantung udara, posisi kuning telur, adanya bercak darah, dan adanya pertumbuhan embrio.

3. Menangani Telur yang Kotor

Jika terdapat telur yang kotor, dapat dilakukan penanganan yang cukup mudah. Bersihkan dengan menggunakan kain bersih dan kering secara perlahan. Namun jika kondisi telur sangat kotor, dapat dilakukan pembersihan dengan lap basah secara perlahan. Setelah itu keringkan dengan menggunakan kain yang kering secara perlahan.

4. Pengemasan dan Distribusi

Jika sudah melakukan sortir dan pembersihan, maka langkah selanjutnya yakni lakukan pengemasan dan pendistribusian. Langkah awalnya yaitu kemas telur menggunakan peti kayu, yang dasarnya sudah diberi alas kertas, seperti kertas koran dan sekam.

Selanjutnya isi telur dalam peti dengan jumlah yang direkomendasikan sebesar 15 kg, dengan maksimal tumpukan sebanyak 7-8 peti. Pengemasan dapat langsung diletakkan pada baki terlur yang terbuat dari karton atau plastik, yang berisi sekitar 30 butir telur per baki, dengan maksimal tumpukan sebanyak 10-12 baki.

5. Pelapisan Telur (Coating)

Jika telur didistribusikan untuk wilayah atau jarak yang jauh, dibutuhkan pelapisan terhadap cangkang telur untuk menghindari kontaminasi ketika sedang masa pengiriman. Metode pelapisan telur (coating) ini juga bermanfaat untuk penyimpanan telur diatas 14 hari.

Coating juga dapat meningkatkan umur simpan telur menjadi 30 hari di suhu ruang, bahkan hingga 40 hari pada ruangan bersuhu rendah. Bahan coating yang dapat digunakan dalam penanganan telur adalah bahan alami berbasis protein serta larutan kapur.

Memperpanjang Umur Simpan Telur Skala Rumah

1. Penyimpanan

Langkah pertama yang harus dilakukan setelah mendapatkan telur yaitu tidak mencuci telur karena akan merusak struktur telur. Sebaiknya langsung simpan telur ke dalam kulkas setelah telur didapatkan.

Ketika menyimpan telur dalam kulkas, letakkan telur pada rak pintu kulkasi dengan posisi yang runcing di bagian bawah. Pastikan kondisi telur terhindar dari risiko pecah akibat benda-benda yang berada di dalam kulkas.

2. Pengolahan

Solusi untuk memperpanjang umur simpan telur yaitu dengan cara mengolah lebih lanjut, misalnya menjadi telur asin, tepung telur, dan telur beku. Jika melakukan pengolahan ayam dengan cara dimasak, usahakan masak dengan sempurna.

Waktu masak yang baik berkisar 1 menit dengan suhu minimal 85°C. Memasak telur hingga matang dapat mencegah kontaminasi terhadap bakteri merugikan di dalam telur.

Dengan berbagai langkah dan cara penanganan telur yang tepat, diharapkan telur ayam dapat memiliki umur simpan yang lebih panjang. Sehingga masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal. Disisi lain, peternak dapat merasakan manfaat dengan melakukan teknik menyimpan telur yang tepat, terutama dalam produksi telur secara berkelanjutan untuk menyediakan sumber protein hewani dengan harga terjangkau.